Rapat Daring ke 2, Bawaslu Rohul Ikuti Rapat Kinerja Kehumasan Tahun 2026 yang di Gelar Bawaslu Riau
|
Pasir Pengaraian, Selasa 02 November 2026|| Hari ini Bawaslu Rohul mengikuti 2 agenda Rapat yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Riau secara daring melalui Zoom Meeting, kali ini agenda Rapat dari Bidang Kehumasan dengan tema Pemantauan Kinarja Pemberitaan dan Media Sosial Bawaslu Kabupaten/Kota Se Provinsi Riau Tahun 2026.
Rapat dihadiri secara daring Zoom Meeting oleh Koordinator Divisi(Kordiv) Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Rohul Gummer Siregar, dan Kasubbag Divisi P2H beserta staf kehumasan Bawaslu Kabupaten Rohul. Agenda ini dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Riau Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas, Amirudin Sijaya, Jalannya kegiatan difasilitasi oleh Kepala Bagian Hukum, Humas, Data, dan Informasi Bawaslu Provinsi Riau, Dona Donora.
Rapat Kehumasan kali ini membahas Perkembangan Kinerja di masing masing Bawaslu Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, dalam pemaparannya Donna Donora menyampaikan Pada TW III, jumlah berita meningkat di Pekanbaru, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Dumai, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Indragiri Hilir. Sementara itu, Bengkalis, Rokan Hulu, dan Kampar mengalami penurunan dibandingkan TW II.
Terdapat 5 Catatan dari Lima Kategori untuk Kabupaten Rokan Hulu Hasil Evaluasi yang dilakukan Bawaslu Provinsi Riau sebagai pengingat untuk lebih baik dari sebelumnya, pertama Kategori Konten: Jumlah reels dan grafis mengalami peningkatan. Kedua, Identitas visual: Konsistensi watermark perlu diperhatikan agar template tetap seragam. Penggunaan AI sebaiknya hanya sebagai alat bantu dan tetap disesuaikan dengan identitas visual Bawaslu. Ketiga, Variasi konten: Didominasi oleh konten informatif, diikutiedukatif. Keempat, Podcast dan interaktif: Belum terdapat konten podcast maupun interaktif. Kelima, Berita: Jumlah publikasi berita mengalami penurunan dibandingkan Triwulan II.
Kesimpulan, Konsistensi produksi konten: Perlu meningkatkan rutinitas produksi reels dan grafis, khususnya pada kabupaten/kota yang mengalami penurunan. Identitas visual: Penggunaan template dan watermark harus seragam dan konsisten. AI digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti proses kreatif dan penyesuaian desain. Variasi konten: Perlu meningkatkan konten edukatif dan interaktif agar publikasi tidak hanya didominasi informasi. Podcast: Kabupaten/kota yang belum memproduksi podcast perlu mulai mengembangkan konten tersebut sebagai media edukasi dan komunikasi publik. Publikasi berita: Konsistensi penulisan dan publikasi berita perlu dipertahankan serta ditingkatkan, terutama bagi kabupaten/kota yang mengalami penurunan pada Triwulan III. Ketepatan waktu publikasi perlu diperhatikan agar informasi yang disampaikan tetap aktual. Selain itu, judul berita agar tidak lebih dari 12 kata serta memperhatikan ketepatan penulisan dan penggunaan bahasa.
Melalui rapat evaluasi ini, Bawaslu Rohul diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas Publikasi Kehumasan, mengoptimalkan sumber daya sebaik mungkin, dan juga meningkatkan kreatifitas guna Publikasi Kehumasan dapat lebih baik dari sebelumnya.
Penulis dan Foto: Detriandi & Raymon
Editor: Detriandi